
Politeknik Pariwisata NHI Bandung melalui Unit Kajian Gastronomi Indonesia (KGI) sukses menyelenggarakan talkshow bertema Peran Perempuan dalam Strategi Pengembangan Wisata Gastronomi sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi industri, hingga pelaku usaha, yang secara khusus membahas peran strategis perempuan dalam pengembangan wisata gastronomi di Indonesia.
Diskusi berlangsung dinamis dengan mengangkat berbagai isu penting, seperti peran perempuan dalam menjaga warisan kuliner tradisional, membangun inovasi produk berbasis kearifan lokal, hingga memperkuat rantai pasok pangan yang berkelanjutan.
Dalam perspektif pariwisata, perempuan memiliki kontribusi besar sebagai penggerak utama di berbagai lini, baik sebagai pelaku UMKM kuliner, pengelola destinasi, kreator produk gastronomi, maupun sebagai agen perubahan dalam membentuk pengalaman wisata yang autentik dan bernilai budaya tinggi.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ibu Martini Mohamad Paham, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan wisata gastronomi tidak dapat dilepaskan dari peran perempuan yang selama ini menjadi penjaga tradisi sekaligus inovator dalam perkembangan kuliner Indonesia.
Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
Melalui talkshow ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berperan aktif dalam perencanaan, pengembangan, hingga promosi wisata gastronomi di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi di bidang pariwisata, Poltekpar NHI Bandung terus berkomitmen untuk mendorong riset, edukasi, serta kolaborasi strategis dalam pengembangan gastronomi Indonesia, termasuk dalam memperkuat peran perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan pariwisata yang berdaya saing.



